Jumat, 11 April 2014

website


Melakukan Perbaikan  Atau Setting Ulang Koneksi Jaringan menggunakan kabel cross

Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah
Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Pada pembahasan berikut akan membahas tentang persiapan perbaikan konektiftas pada jaringan dengan topologi Bus dan Star. Alasan pembahasan hanya pada jaringan dengan topologi Bus dan Star karena kedua jaringan paling bayak digunakan.
1. Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus
Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node.
Karakteristik topologi Bus adalah:
  • merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
  • Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
  • Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi
    collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
  • Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah
    satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti
  • Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan
  • dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal.
Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:
a) Kartu Jaringan  (Network Interface Card/ LAN Card)
Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA.
b) Kabel dan konektor
Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut.
Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.

Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap.
Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni:
  • Konektor BNC Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial.
  • TerminatorBNC Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.
  • TBNC Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan.
2. Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star
Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.
Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Panjang kabel tidak harus sesuai (matching). Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum konduksi, namun semua itu bisa diabaikan.
Karateristik topologi Star adalah:
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
  • Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
  • Keunggulan jika  terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain
  • Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP.
Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:
1. Kartu Jaringan  (Network Interface Card/ LAN Card)
Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI.
2. Kabel dan Konektor
Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m. Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orangeputih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biruputih biru).
Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools.
Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC
Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti.
Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama.
Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:
1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard
Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP.
2) Pemasangan Kabel pada Konektor
  • Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
    Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC  harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.
  • Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45
    Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45.
Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:
1. Kabel Lurus (Straight Cable)
Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.

2. Kabel Silang (Crossover Cable)
Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data.  Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub.

3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan
  • Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus
    Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
  • Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star
    Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.
4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup.
Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara:
a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card)
Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara:
Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel

b) Pemilihan Protocol
Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card)  dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut:

c) Pengisian IP Address dan Subnetmask
IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama.

Kelas Alamat IP Address
IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikijaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyKelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan. Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:
  • Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan
  • Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet.
d) Pemilihan Workgroup
Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut.

Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC
Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni:
1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
2) Pengujian konektifitas jaringan
3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah
dilakukan
Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:
A. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:
a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak
b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,
c) Pemasangan konektor tidak longgar
d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.
Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.

B. Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju.
Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.
Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.
Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.
Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL  (IP Configuration)
IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan  pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE.
Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :
a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7
b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.
c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73
d) IP Addres adalah 10.1.1.7
e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi.
Perintah ping  untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke  IP Address telah berjalan dengan baik.
Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal).
Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya.
Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki.
Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan  lalu klik sharing.
Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak.

Hardware Untuk Membangun Jaringan Komputer

Di dalam sebuah jaringan baik itu jaringan LAN (Local Area Network), maupun jaringan WAN (Wide Area Network), tentunya kita membutuhkan sebuah media baik itu hardware maupun software. Beberapa media hardware yang penting untuk membangun suatu jaringan adalah kabel atau perangkat Wi-Fi, ethernet card, hub atau switch, repeater, bridge, router dll.
berikut adalah beberapa hardware yang digunakan dalam suatu jaringan :
  • Kabel
Ada beberapa jenis kebel yang banyak digunakan dan menjadi penggunaan standar dalam suatu jaringan komputer. Setiap jenis kabel mempunyai spesifikasi dan kemampuan yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada dua kabel yang secara umum dan sering digunakan untuk sebuah jaringan LAN yaitu kabel coaxial dan twisted pair (UTP(unshielded twisted pair) dan STP(shielded twisted pair)).
berikut adalah beberapa kabel yang digunakan untuk membanguun suatu jaringan komputer :

1). Twisted Pair Cable
Ada dua jenis kabel twisted pair yaitu UTP (unshielded twisted pair) dan STP (shielded twisted pair). Kabel UTP atau STP yang sering digunakan adalah kabel yang terdiri dair 4 pasang kabel yang terpilih. dari 8 buah kabel hanya 4buah yang digunakan untuk mengirim dan menerima data. Perangkat-perangkat lain yang berkenaan dengan penggunaan jenis kabel ini adalah konektor RJ-45 dan HUB. Ada dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan lokal, ditambah satu jenis pemasangan khusus untuk cisco router yaitu :

A). Straight Through Cable (Pemasangan lurus)
Jenis ini biasanya digunakan untuk menghubungkan beberapa unit komputer melalui perantara HUB/Switch yang berfungsi sebagai konsentrator maupun repeater.
 
 
Penggunaan kabel UTP model Straight through pada jaringan lokal biasanya akan membentuk topoogi star dengan HUB/Switch sebagai pusatnya. Jika Hub/Switch tidak berfungsi maka semua komputer yang terhubung tidak akan saling berhubungan. Penggunaan HUB harus sesuai dengan kecepatan Ethernet card yang ada pada masing-masing komputer. Karena perbedaan kecepatan pada NIC dan HUB tersebut berarti kedua perangkat tersebut tidak dapat saling berkomunikasi secara maksimal.
 
 
 
B). Cross Over Cable (Pemasangan Menyilang)
Berbeda dengan pemasangan kabel Straight Through, kabel Cross Over ini digunakan untuk komunikasi antar komputer (langsung tanpa HUB), atau juga bisa digunakan untuk meng-cascade HUB jika diperlukan. Sekarang ini ada beberapa jenis HUB yang bisa di cascade tanpa harus menggunakan kabel Cross Over, tetapi juga dapat menggunakan kabel Straight Through.
 
 
 
C).Roll-Over Cable
Pada sistrm CISCO, ada cara lain kabel UTP yang digunakan untuk menghubungkan sebuah terminal dan modem ke cisco router seri 2500 Access Server. Cara ini disebut dengan Roll-Over. Roll-Over tersebut sebelumnya terkoneksi dengan DB-25 Adapter.
Warna kabel dari sisi yang satu akan berbalik pada sisi kabel yang lain. Misalnya pada kabel A pin-1 dengan warna kabel putih orange sedangkan pada kabel B, kabel warna putih orange berada pada pin-8.
 
 
2).  Coaxial Cable
Ada dua jenis tipe kabel coaxial yang sering digunakan umtuk jaringan komputer, yaitu :
>> Thick Coaxial Cable (kabel coaxial "gemuk")
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3-10BASE5, kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm. Kabel coaxial jenis ini biasa disebut standard ethernet atau thick ethernet, atau hanya disingkat Thicknet, atau bahkan disebut sebagai yellow cabel karena warnanya yang kuning.
Kabel Coaxial (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut :
~~> setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50ohm 1 watt, karena resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
~~> maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa opulated segments.
~~> setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transcelver).
~~> setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan , termasuk dalam hal ini repeaters.
~~> maksimum panjang kabel persegment adalah 1.640 feet (sekitar 500 meter).
~~> maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (sekitar 1500 meter).
~~> setiap segment harus diberi ground.
~~> jarak maksimum atara tap atau pencabang dengan kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 15 meter).
~~> jarak minimum atar tap adalah 8 feet (sekita 2,5 meter).

>>Thin Coaxial Cable (kabel coaxial "kurus")
Kabel coaxial jenis ini banyak digunakan dikalangan radio amatir, terutama untuk transciver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Jenis yang banyak digunakan adalah RG-58 atau RG-59 dengan imedansi 75 ohm. Jenis kabel yang digunakan pada televisi juga jenis kabel coaxial dengan impedansi 75 ohm.
Namun untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel jenis coaxial yang digunakan adalah RG-58 yang sudah memenuhi standart IEEE 802.3-10BASE5, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan berwarna hitam. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.
Kabel coaxial jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan T-connector dan terminator dalam sebuah jaringan harus mengikuti aturan sebagai berikut :
~~> setiap ujung kebel diberi terminator 50 ohm.
~~> panjang maksimal kabel adalah 606,8 feet (sekitar 185 meter) per segment.
~~> setiap segment maksimal terkonesi sebanyak 30 perangkat jaringan.
~~> kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transcaiver, kecuali untuk repeater.
~~> maksimum ada 3 segmant yang terhubung satu sama lain (populated segment).
~~> setiap segment sebaiknya dilengkapi satu ground.
~~> panjang minimum antar T-connector adalah 1,5 feet (sekitar 0,5 meter).
~~> maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (sekitar 555 meter).
~~> setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat.
 
3). Kabel Fiber Optic
Kabel Fiber Optic ini memiliki serat kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal antar terminal yang sering dipakai sebagai saluran Backbound, karena kehandalannya yang tinggi dibandingkan yang lainnya. Kabel Fiber Optic ini juga tidak terpengaruh baik buruknya cuaca dan juga dari panas.
berikut adalah kelebihan dan kelemahan dari kabel Fiber Optic :
Kelebihan dari kabel ini kecepatan transfer datanya yang sangat tinggi. Selain itu kabel Fiber Optic mampu mentransfer data pada jarak yang cukup jauh yaitu 2500 meter lebih tanpa bantuan dari repeater. Kelebihan lainnya dari kabel Fiber Optic ini yaitu tahan terhadap interferensi dari frekuensi-frekuensi liar yang ada di sepanjang jalur instalasi. Kelemahan kabel Fiber Optic ada pada tingginya tingkat kesulitan proses instalasi dan mahalnya kabel Fiber Optic ini. Mengingat media ini menggunakan cahay untuk mentransmisikan data. Fiber Optic tidak dapat diinstal dalam jalur yang berbelok tajam dan menyudut, tapi jika terpaksa harus berbelok maka harus dibuat belokan yang melengkung.
 
 
  • Ethernet Card (Kartu Jaringan)/Network Adapter
Berdasarkan broadcast network cara kerja ethernet card yaitu dimana setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikrim oleh suatu node yang lain. Setiap ethernet card mempunyai alamat sepanjang 48 bit yang dikenal sebagai Ethernet Address (MAC Address). Alamat tersebut telah ditanam kedalam setiap kartu jaringan (NIC) yang dikenali sebagai Media Access Control (MAC) atau dikenal juga dengan istilah hardware address. 24 bit atau 3 byte awal merupakan kode yang telah ditentukan oleh IEEE.
Ethernet Card biasanya dijual terpisah dengan perangkat komputer lainnya, kecuali network adapter yang sudah onboard. Komputer Macintosh juga sudah mengikut sertakan ethernet card di dalamnya. Ethernet Card model 10Base umumnya telah menyediakan port koneksi untuk kabel caoxial ataupun kabel twisted pair. Beberapa Ethernet Card juga mempunyai konektor AUI. Semua itu dikoneksikan dengan coaxial, twisted air, ataupun fiber optic.  

 
 
 
  • Hub dan Switch (Konsentrator)
Sebuah Hub atau Switch merupakan sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap workstation, server atau perangkat lainnya. Hub dan Switch mempunyai banyak lubang port RJ-45 yang dapat dipasang oleh konektor RJ-45 yang terhubung ke sejumlah komputer. Hub dan Switch memliki fungsi yang sama namun memiliki perbedaan diantaranya :
>> Switch memungkinkan terjadinya distribusi paket data antar komputer dan mampu mengenali topologi jaringan di banyak layer sehingga paket data tepat sampai ke tujuan.
>> Hub tidak mengatur alur jalannya data, jadi setiap paket yang melewati hub akan dikirim ke semua port yang ada hingga paket data tersebut sampai ke tujuan.
>> Switch merupakan konsentrator yang memiliki kemampuan manajemen trafic data yang lebih baik dibandingkan hub. saat ini terdapat banyak tipe switch yang managible, selain dapat mengatur trafic data juga dapat diberi IP Address.
 
 
  • Repeater

Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal yang asli pada segmen yang lain. Penggunaan repeater antara dua segmen atau lebih segmen mengharuskan penggunaan protokol physical layer yang sama antara segmen-segmen tersebut.

 
  • Bridge
Bridge memiliki fungsi yang sama dengan repeater tetapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas dari pada repater. Bridge dapat menghubungkan jaringan dengan metode transmisi yang berbeda. Bridge mampu memisahkan sebagian dari trafik karena mengimplementasikan mekanisme frame filtering. Mekanisme yang digunakan di bridge ini umum disebut dengan store and forward. Walaupun demikian broadcast traffic yang dibangkitkan dalam LAN tidak dapat difilter oleh bridge.
Kebanyakan bridge dapat mengetahui masing-masing alamat dari tiap-tiap segmen komputer pada jaringan yang lain. Diibaratkan bahwa bridge ini seperti polisi lalulintas yang mengatur di persimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar informasi di kedua sisi network tetap dapat berjalan dengan baik dan teratur. Bridge juga dapat digunakan untuk mengkoneksikan network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula. Bridge dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing jaringan.
 
 
  • Router
Router hampir sama dengan bridge. Meski tidak lebih pintar dibandingkan bridge, namun pengembangan router saat ini sudah mulai mencapai bahkan melampaui batas tuntutan teknologi yang diharapkan. Sebuah router mampu mengirimkan data dari suatu jaringan ke jaringan lainnya yang berbeda. Router mengetahui alamat masing-masing komputer di lingkungan jaringan lokalnya, mengetahui alamat bridge dan router lainnya. Router juga dapat mengetahui seluruh jaringan dengan melihat sisi mana yang paling sibuk dan bisa menarik data , dari sisi sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih/clean. Router akan mencari jalur terbaik untuk mengirimkan sebuah data/pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal.
Sebuah router memiliki kemampuan, diantaranya :
>> dapat menerjemahkan informasi diantara LAN dan Internet.
>> Router akan mencari jalur alternatif terbaik untuk mengirimkan data.
>> mengatur jalur sinyal secara efisien dan dapat mengatur data yang mengalir diantara dua buah protokol.
>> dapat mengatur aliran data diantara topologi jaringan bus dan star.
>> dapat mengatur aliran data melewati kabel fiber optic, kabel koaxial atau kabel pair.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar