Kamis, 30 Mei 2013

Bagaimana Cara Memodifikasi dan Memperindah Blogger Kita

Bagaimana Cara Memodifikasi dan Memperindah Blogger Kita

Albarnation | Tips Dalam Memodifikasi Template Blogger. Kebanyakan Dari Para Blogger mania mengunakan template yang telah di sedikan di dunia internet dalam proses menciptakan sebuah blogger. cara ini tentunya lebih praktis dan gampang, tak perlu berusah payah dalam mendesain sebuah template semuaya sudah di sedikan oleh pendesain template yang telah di share di dunia maya, tentunya sesuai dengan harapan dan keingginan kita. Nah, dalam proses ini ada baiknya kita sedikit memberikan kesan " Kalau ini adalah blog kita " walaupun kita telah mengunakan tempat bawaan/ defaul blogger atau tempate yang bertebaran di dunia maya. Dalam psotingan saya kali ini sedikit berbagi bagaimana cara mendesain atau memodifikasi tempate yang kita dapati agar legih sesuai dengan harapan kita dan tentunya seperti yang saya katakan di atas tadi, supaya blog kita bisa memberikan kesan kalau blog ini adalah blog milik kita pribadi dengan kata lain sama tapi beda. Berikut ini Tips dari saya. 
1. Ubahlah Warna Defaul
  • Mungkin warna bukan menjadi hal yang utama dalam proses ngeblog kita tapi alangkah baiknya kalau sekit kita merombak warna sedikit lebih indah. Contoh seperti blog saya ini. Warna defaul latar belakang dari template ini adalah warna abu abu. saya sedikit menambahkan gambar di latar belakang dengan warna biru, kenapa saya lakukan ini. Hal pertama yang saya rasakana dalah kurangnya warna sehingga membuat mata saya sedikit terasa sakit saya rasakan. tak lebih dari itu saya mencoba membangun sebuah imej. bahwa latar belakang dan warna biru di blog ini menandakan adalah blog saya. walapun secara pasti kita bisa membedakan lewar url blog saya di address bar, Tapi satu yang saya inggin tekankan bahwa takkala melihat warna  motif yang serupa anda akan mengingat blog ini dan itu.. Nah mungkin saat sobat melihat blog ini dengan latar belakang warna biru sobat langsung teringat detik.com . Bukan begitu. Itulah fungsi dari sebuah warna dalam sebuah Blog.
2. Tambahkan Gatget sesuai Kebutuhan.
  • Setiap blog biasanya memberikan berbagai bentuk gatget dan widgets di blognya. senuaya tergantung dari kesukaan dari pemilik blog.Terkadang saat saya blog walking saya menemukan widgets yang terdapat di blog tidak pas atau sesuai dengan Blog. Ada kesan lain saat memandang wingets tersebut.Makanya dalam hal ini gunakan widgets yang sesuai dengan kebutuhan saja. Kalau digunakan secara berlebihan kira kira bagus ngak buat blog kita ? pikirkan itu.
3. Atur Tata Letak Widgets
  • Sedikit hampir sama dengan Poin nomor dua tapi pada poini ini saya lebih menekankan Bahwa Tata letak sebuh widgets saya rasa sangat perlu demi menciptakan sebuah pemandangan yang indah dalam blog kita. Hal seperti ini saya sering temui, sang admin blog menempatkan widgets yang tidak pas. seperti terlalu panjang kebawah sehingga tidak sama rata dengan jumlah post. hal begini oleh sebagian orang mungkin biasa tapi saya sangat risih. begitu juga dengan penempatan widgets lainya.
4. Tambahkan Sedikit Animasi.
  • Sebenarnya ini bukanlah sebuah poin penting. Tapi sedikit menambahkan animasi di blog kita tidak ada salahnya, Supaya membuat blog kita lebih indah dan menarik di lihat. seperti semut berkeliaran dan lain-lain sebagai contoh sedikit gambar gif, tentunya animasi yang di pasang sesuai dengan kebutuhan dan tidak memberatkan blog kita. 
5. Atur Paduan Warna
  • Berikan warna yang sesuai tanpa ada kesan campur aduk dan berantakan.
6. Modfikasi Kecil Kecilan
  • Cobalah sedkit memodifkasi tampilan widgets dan Post seperti membuat Popular post lebih menarik atau memberikan efek tertentu dalam postingan dan gambar blog. dengan begini akan lebih elegan di lihat.
7. Edit HTML 
  • Tak Usah Ribet dalam mengedit kode kode di HTMl cukup mengunakan tempat editan yang telah di sedikan Google hal ini lebih baik karena bisa langsung di Preview.
8. Atur Drop Menu
  • Usahakan Menganti Drop Menu bawaan .Hal ini tentunya memudahkan dalam pencarian kategori di blog kita dan tentunya  sedikit lmenambah lebih tertaan blog kita. Terkadang beberapa blogger tidak mengantinya sama sekali. Atu tambahkan laman kesukaan sobat.

PENGERTIAN DAN KEGUNAAN PING

Kamis, 30 Mei 2013

PENGERTIAN DAN KEGUNAAN PING


Pengertian dan Fungsi PING pada Command Prompt di PC
, Ping merupakan singkatan dari (Packet Internet Groper) adalah program atau sebuah perintah yang digunakan untuk mengecek konektivitas sebuah jaringan. Ping biasanya dipakai menggunakan media Command Prompt di laptop/PC. Command Prompt itu sendiri sering disingkat CMD.

Fungsi utama ping untuk mengecek sebuah koneksi jaringan. Pemahan mudahnya yatitu untuk mengetahui apakah sebuah komputer sudah terhubung dengan komputer lainnya melalui media jaringan misalnya Internet, LAN, dll. Dengan cara ini kita bisa menguji sebuah network apakah sudah terhubung atau belum dengan melihat statistik di CMD.

PING
Cara kerja Ping ini yaitu dengan metode mengirim paket data melalui IP komputer/perangkat lain dan menunggu respon. Jika ada respon yang bersifat positif berarti kedua perangkat/PC sudah terhubung. Dengan begitu kedua komputer bisa melakukan akses melalui jaringan untuk berbagi data, koneksi, atau hal yang lainnya. Di dunia internet ataupun di jaringan lokal ping sangat bermanfaat, karena bisa membantu mengetahui konektivitas jaringan dengan cepat.
Sebagai contoh misalnya sobat putrakomputer.com sedang menggunakan modem internet lalu ingin mencoba apakah modemnya sudah online dan terhubung ke dunia internet global bisa mengeceknya melalui command prompt. Silahkan buka COmmand Prompt di pc dengan cara tekan di keyboard WIN(Menu) + R. Lalu ketikkan CMD, dan enter. Setelah terbuka ketikkan perintah Ping www.google.com lalu Enter jika ada respon/reply berarti sudah terhubung, seperti gambar berikut;

Ping

Contoh di atas merupakan cara mengecek koneksi internet. Sebenarnya lebih praktis buka saja browser. ketikkan web yang ingin dibuka. Jika terbuka berarti terhubung ke jaringan internet, namun jika sobat menggunakan jaringan lokal (LAN) tentu akan kesulitan untuk itu dibutuhkan ping tersebut.

Pada jaringan LAN (Local Area Network) biasanya kita menggunakan IP address, apabila sobat ingin bemain game online LAN ini akan membantu. Sobat hanya perlu menggunakan perintah seperti di atas dan menggantiwww.Google.com dengan IP PC lain yang sedang terhubung. COntohnya seperti ini,

Ping

Gambar di atas menunjukkan bahwa tidak ada konektivitas jaringan pada LAN silahkan cek IP nya atau kabel yang terhubung ataupun wireless perangkat. Lalu ulangi langkah di atas. Jika ada respon berarti sudah terhubung.

Kamis, 23 Mei 2013


LAPORAN SETTING JARINGAN LAN DAN WAN MENGGUNAKAN SISTEM OPERASI
 WINDOWS XP 


> Restart ulang komputer
> Klik Windows XP
> Klik kanan my computer pilih properties
> Kemudian klik computer name lalu pilih change, dan ganti nama menjadi "CLIET 03"
> Lalu klik start pilih Windows Explorer
> Kemudian klik my network places
> Lalu klik view workgroup computers , di lahat sudah masuk apa belum

IP   : 192.168.0.1
DG : 192.168.0.1
WG: MARSOSE68
DNS.P : 202.134.0.155
DNS.S : 203.130.193.74
NC : MRLIE001

_LANGKAH KERJA SHARING DATA_
> Klik network setup wizard
> Klik next dan klik next lagi
> Pilih Other , Lalu ganti computer
   Deseription : CLIET 03
> Kemudian klik next
> klik turn on file and prienter sharing dan klik next klik next lagi
> Kemudian pilih just finish
> Klik next dan kemudian klik finish

Senin, 13 Mei 2013

JENIS-JENIS KABEL JARINGAN



Pertama kali LAN (
Local Area Network) menggunakan kabel “coaxial”. Kemudian, kabel“twisted pair” yang digunakan dalam sistem telepon telah mampu membawa frekuensi yang lebih tinggi dan dapat mendukung trafik LAN. Dan saat ini, kabel fiber optik telah tampil sebagai pilhan kabel berkecepatan sangat tinggi.

Local Area Network menggunakan empat tipe kabel :
  1. Coaxial
  2. Unshielded Twisted Pair (UTP)
  3. Shielded Twisted Pair (STP)
  4. Fiber Optik

1. Kabel Coaxial

Kabel coaxial terdiri dari :
  • sebuah konduktor tembaga
  • lapisan pembungkus dengan sebuah “kawat ground”.
  • sebuah lapisan paling luar.

Penggunaan Kabel Coaxial

Kabel coaxial terkadang digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk LAN sudah tidak mendukung koneksi kabel coaxial.

Protokol Ethernet LAN yang dikembangkan menggunakan kabel coaxial:
10Base5 / Kabel “Thicknet” :
  • adalah sebuah kabel coaxial RG/U-8.
  • merupakan kabel “original” Ethernet.
  • tidak digunakan lagi untuk LAN modern.
10Base2 / Kabel “Thinnet”:
  • adalah sebuah kabel coaxial RG/U-58.
  • mempunyai diameter yang lebih kecil dari “Thicknet”.
  • menggantikan “Thicknet”.
  • tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.

2. Unshielded Twisted Pair (UTP)
 
Kabel “
Unshielded twisted pair” (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.
Kategori UTP

Terdapat 5 kategori (level) untuk kabel UTP. Kategori ini mendukung sinyal suara berkecepatan rendah (low-speed voice) dan sinyal LAN berkecepatan tinggi. Kategori 5 UTP direkomendasikan sebagai kategori minimum untuk instalasi LAN dan cocok untuk topologi star. Tabel berikut menunjukkan masing-masing kategori :
Kategori
Performansi (MHz)
Penggunaan
Cat 1
1
Voice, Mainframe, Dumb Terminal
Cat 2
4
4 MB Token Ring
Cat 3
10
10MB Ethernet
Cat 4
20
16 MB Token Ring
Cat 5
100
100 MB Ethernet

3. Shielded Twisted Pair (STP)

Shielded twisted pair” adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (”twisted pair”). Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.
Kelemahan kabel STP
Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan :
  • Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.
  • Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.
  • Harganya cukup mahal.

4. Kabel Fiber Optik
Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.


Kelebihan menggunakan kabel Fiber Optik
Kabel Fiber Optik mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :
  • Kapasitas bandwidth yang besar (gigabit per detik).
  • Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 sampai lebih dari 60 kilometer).
  • Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.
Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat elektroniknya yang masih mahal. Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri sebanding dengan kabel LAN UTP.

PENGENALAN ALAT ALAT KOMPUTER JARINGAN DASAR


1. Crimping RJ45 untuk kabel LAN dan RJ11 untuk telpon + pemotong cable 
 
 jika dilihat pada gambar diatas terdapat multifunction tools berupa :
- crimping RJ45 (untuk network)
- Crimping RJ11 (untuk telepon)
- pemotong kabel (pada crimping tools) dan pengupas kabel (sebelah crimping tools)
- punch down untuk modul RJ45 (akan dijelaskan lebih lanjut) pada ujung pengupas cablenya (coba  diperhatikan dengan detail)

2. RJ45 Connector :

 
RJ45 dan RJ11 :


3. Cable UTP, STP :
 

4. Grafo plast : Untuk labeling cable point to point agar rapi :

 

5. Plug Boot : protector RJ45 Agar tidak cepat putus pengaitnya dan memprotek agar cable tidak mudah ditarik2
 

6. Patch Cord : istilah untuk cable utp + rj45 yang digunakan untuk menghubungkan antara :
- switch to pc
- switch to modular patch RJ45 (akan dijelaskan apa itu modular patch)
- switch to patch panel RJ45 (akan dijelaskan apa itu patchpanel)
- pc to faceplate (akan di jelaskan apa itu faceplate)


7. Barrel : untuk menyambungkan patch cord yang kurang panjang namun sayangnya barrel jika digunakan akan menurunkan speed menjadi 10mbps. tidak disarankan menggunakan barrel  namun jika memang tidak memungkinkan lagi dan terpaksa silahkan gunakan systemnya hanya system induksi antar 2 cable utp sehingga tentu banyak pengaruhnya pada network jika menggunakan barrel jika kita ukur DB nya akan jadi kecil
 
8. Modular Patch RJ45 (Female RJ45) : digunakan sebagai jack female biasanya akan di combine dengan faceplate(akan dijelaskan) atau patch panel (akan dijelaskan)

 





 Modular Patch RJ45 tanpa perlu punchdown/cron/impact tool :
 

9 CRON / PUNCHDOWN / IMPACT TOOL : digunakan untuk memasukkan cable utp kedalam modular installation (lihat gambar diatas cable2 yg dimasukkan harus di tekan ke dalam dengan menggunakan cron/punchdown/impact tool
 
10. Face Plates : adalah bagian muka (yang berhadapan lgsg dengan sisi luar) dari modulator RJ45 agar penampilan kelihatan lebih rapi, bisa ditaruh di dalam tembok, diluar tembok (menonjol) biasanya faceplates itu sepasang dengan outbow(jika dipasang menonjol keluar sering disebut dengan outbow) dan inbow (dipasang didalam dinding)
outbow/inbow ini adalah sebuah box yg digunakan agar jalur cable titik terakhirnya terlihat lebih rapi dan tidak terkena material2 yg ada pada tembok seperti semen, pasir dan lainnya
Gambar Face plates :
 

Gambar Outbow/inbow :
 

11. Network Cable tester : Versi sederhana untuk mengecek apakah kabel telah terkoneksi dengan baik atau belum
sementara untuk versi yang profesional bisa sampai mengecek impedansi cable dalam db, mengecek node scanning, pengecekan dengan sensor cabling yg cukup didekatkan ke sensornya akan ketahuan mana cable yang telah dipasang sensor diujung satunya. sekaligus bisa pengecekan multi node
simple lan cable tester:
bisa mengukur impedansi,jarak kabel, sekaligus mengetahui network topology:
bisa mendeteksi kabel yang sudah semrawut / ngga karuan dengan pendeteksian intellitone (ujung nya dipasang dulu kemudian sensornya dibawa bergerak nanti akan ada suara jika cable yg dimaksud didekatkan dengan sensor) :

Testing kabel jaringan



Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengetahui kabel jaringan masih bagus atau sudah ada yang putus adalh sebagai berikut :
  1. Siapkan tester dan pastikan bahwa baterai yang ada di dalam tester masih bisa digunakan.
  2. Siapkan kabel jaringan yang akan kita test.
  3. Sambungkan ujung kabel jaringan pada tester lalu ujung yang satunya juga disambungkan ke tester.
  4. Setelah kedua ujung tersambung. Nyalakan tester dengan cara menekan tombol on pada tester.
Gambar Tester:
tester
Perhatihkan lampu-lampu yang ada pada tester. Lampu-lampu itu akan menyala secara bergiliran. Jikasemua lampu menyala dengan bagus maka kabel jaringan masih bagus dan jika lampu ada yang tidak menyala maka kabel jaringan ada yang putus dan harus diganti.



Cara Test Kabel LAN Tanpa Alat Tester -

 Artikel ini semoga bisa menjadi solusi bagi para pemula seperti saya yang sedang belajar membuat jaringan LAN. Para profesional jaringan LAN biasanya akan membawa suatu alat yang dinamakan LAN Tester. Alat ini berfungsi untuk mengidentifikasi pengkabelan pada sebuah jaringan LAN (Local Area Network). Gambar dari LAN tester seperti di bawah ini.
Untuk membeli alat tersebut tentu membutuhkan tambahan biaya. Tapi tentu dengan hasil yang lebih akurat dan kelihatan keren kan kalau pada saat membangun sebuah jaringan kita membawa tool atau alat dengan lengkap. Tapi bagi para pemula yang masih hanya sekedar coba-coba kita bisa gunakan sebuah software untuk melakukan identifikasi pengkabelan. Nama software adalah Realtek Ethernet Diagnostic Utility.

Software tester LAN ini sebenarnya bisa digunakan untuk berbagai macam pengujian atau test. Diantaranya adalah test diagnostic, kecepatan transfer data (send and receive), dan test pengkabelan. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan menggunakan softwaer ini sebagai alat test pengkabelan. Namun sebelumnya  harus anda ketahui dulu tentang macam-macam topologi pengkabelan dalam sebuah jaringan LAN. Untuk mempelajari tentang topologi kabel LAN silakan baca di sini. Dan dibawah ini adalah gambar dari susuna kabel dari masing-masing topologi.
Nah sudah jelas semua. Sekarang mari kita mempraktikkan cara test kabel LAN tanpa LAN tester. Silakan anda download terlebih dahulu Realtek Ethernet Diagnostic Utility di siniKemudian install di komputer anda.

Sebagai catatan, software ini tidak bisa berjalan pada semua jenis LAN Card, hanya akan berjalan pada jenis LAN Card di bawah ini :
RTL8111B/RTL8168B/RTL8111/RTL8168
RTL8111C/RTL8111CP/RTL8111D(L)
RTL8168C/RTL8111DP/RTL8111E
RTL8168E/RTL8111F/RTL8411
RTL8100E/RTL8101E/RTL8102E-GR/RTL8103E(L)
RTL8102E(L)/RTL8101E/RTL8103T
RTL8401/RTL8401P/RTL8105E
RTL8402 

Setelah diinstal silakan jalankan aplikasinya. Dan lakukan test pengkabelan dengan klik pada sub menu Cable seperti tampak pada gambar di bawah ini.
Pada hasil test di atas kita bisa melihat :
1. Pair adalah menunjukkan koneksi dari setiap kabel (tergantung dari topologi yang kita gunakan)
2. Length menunjukkan panjang kabel yang kita gunakan dalam satuan meter
3. Status adalah menunjukkan kedaan dari koneksi kabel, bila normal berarti kabel sudah terhubung dengan baik apabila open berarti kabel tidak terhubung, putus dan lain-lain.



Askum, kali ini myhafiezers akan cerita sedikit tentang Kelas IP Addres Komputer Jaringan mengapa tentang Kelas IP Addres Komputer Jaringan ? karena di sekolah saya yaitu di SMK MUHAMMADIYAH 1 PEKANBARU Lagi Membahas Kelas IP Addres Komputer Jaringan , maka dari itu saya membuat posting ini , disimak yaa

A. PENDAHULUAN
IP adalah protokol di internet / jaringan komputer yang mengurusi masalah pengalamatan dan mengatur pengiriman  paket data sehingga ia sampai ke alamat yang benar. Setiap komputer jaringan atau terkoneksi internet harus memiliki alamat yang unik. Satu alamat hanya boleh dimiliki satu komputer.IP Adders adalah identitas satu komputer dalam jaring computer / internet, seperti halnya rumah kita memupnyai nomer rumah yang tertempel pada dinding. Penulisan IP Adders terbagi  4 kelompok 8 bit yang dituliskan dalam bilangan biner. Dimana setiap kelompok dalam IP  Adders dipisahkan oleh titik  (red;Dot). Nilai terbesar dari bilangan biner 8 bit adalah 255. Oleh karena itu jumlah IP Adders yang tersedia ialah 255.255.255.255 IP Adders yang sebanyak ini harus dibagi bagikan keseluruh pengguna jaringan komputer / internet di seluruh dunia.B. PEMABAGIAN KELAS KELAS IP ADDERSDengan adanya permasalahan tersebut maka IP Adders dibagi sesuai dengan kelas kelas IP Adders. Dasar pertimbangan Pembagian IP Adders ke dalam kelas kelas adalah untuk mempermudah penditribusian pendaftaran IP Adders kepengguna jaringan komputer / internet. IP Adders ini dibagi dalam 5 kelas yaitu : kelas A, kelas B Kelas  C, kelas D dan kelas E.Perbedaan dari masing masing kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Kelas  A dipakai oleh sedikit jaringan namun jaringan ini memiliki anggota yang besar. Kelas B dipakai untuk jaringan sedang dan besar kelas ini mempunyai banyak jaringan dan juga memiliki anggota yang besar hingga ribuan. Kelas C dipakai oleh banyak jaringan namun, anggota masing masing jaringan sedikit. Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak digunakan dalam pengenggunaan normal, kelas D dipergunakan dalam jaringan multicasting dan kelas E untuk keperluan Eksperimental.Pemabagian kelas kelas IP Adders didasarkan dua hal network ID dan host ID  dari suatu IP Addres.  Setiap IP Addres meruapakan pasangan sebuah network ID dan sebuah host ID. Network ID ialah bagian IP Addres yang digunakan untuk menujukan temapat komputer ini berada, sedangkan host ID ialah bagian dari IP Addres yang digunakan untuk menunjukan workstation, server, router dan semua TCP?IP lainnya dalam jaringan tersebut dalam jaringan host ID harus unik.
  • Kelas A
Karakteristik  :Format                       : 0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhhBit pertama                : 0Panjang NetID           : 8 bitPanjang HostID         : 24 bitByte pertama             : 0 – 127Jumlah                        : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)Range IP                     : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxxJumlah IP                    : 16.777.214 IP Adders pada tiap kelas  AIP Addar kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Bit pertama dari kelas A selalu diset 0 sehingga byte terdepan kelas A selalu bernilai antara 0 dan 127. IP Adders kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID  24 bit berikutnya. Dengan demikian pembacaan IP Adders kelas A : misalnya  012.26.2.6 ialah :Network ID                : 012Host ID                       : 26.2.6Dengan panjang host ID yang 24 , maka network ini dapat menampung sekitar 16 juta host setiap jaringan .
  • Kelas B
Karakteristik :Format                       : 10nnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhhDua bit pertama        : 10Panjang NetID           : 16 bitPanjang HostID         : 16 bitByte pertama             : 128 – 191Jumlah                        : 16.384 kelas BRange IP                     : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxxJumlah IP                    : 65.532 IP Adders pada tiap kelas BIP Adders kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Dua bit pertama dari IP addres kelas B selalu diset 10 sehingga byte terdepan dari IP adders ini selalu bernialai diantara 128 hingga 191. Pada IP Adders kelas B, network ID ialah 16 bit pertama sedangkan 16 bit berikutnya ialah host ID. Dengan demikian pembacaan IP addres kelas B misalkan: 128.29 121.1 ialah:Network ID                : 128.29Host ID                       : 121.1Dengan panjang host ID yang 16 bit, IP Adders Kelas B ini menjangkau sampai 16.320 jaringan dengan masing-masing 65024 host.
  • Kelas C
Karakteristik :Format                       : 110nnnnn nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhhTiga bit pertama        : 110Panjang NetID           : 24 bitPanjang HostID         : 8 bitByte pertama             : 192 – 223Jumlah                        :  2.097.152 kelas CRange IP                     : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxxJumlah IP                    : 65.532 IP Adders pada tiap kelas CIP Adders kelas C awalnya digunkan untuk jaringan berskala  kecil mislanya LAN. Terdiri atas network 192.0.0.0 sampai 223.255.255.0. Network ID ada pada tiga bit yang pertama selalu berisi 111. Bersama 21 bit berikutnya membentuk network ID 24 bit. Host ID ialah 8 bit terakhir. Kelas ini menjangkau hingga hampir 2 juta jaringan dengan masing-masing 254 host.
  • Kelas D
Karakteristik :Format                       : 1110mmmmm mmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmm4 Bit pertama             : 1110Bit multicasting          : 28 bitByte inisial                 : 224 – 247Diskripsi                     : Kelas  D adalah ruang alamat multicasting RFC (1112)IP Addres kelas D dipergunakan untuk  IP Adders  multicasting. 4 bit pertama IP Addres kelas D diset 1110 . Bit bit seterusnya diatur sesuai multicasting grup yang menggunakan IP Adders ini. Dalam multicasting tidak dikenal host ID dan network ID.
  • Kelas E
Karakteristik :Format                       : 1111rrrrr rrrrrrrr rrrrrrrr rrrrrrr4 Bit pertama             : 1111Bit cadangan              : 28 bitByte inisial                 : 248 – 255Diskripsi                     : Kelas  E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan   eksperimentalIP Addres kelas E tidak digunakan untuk keperluan umum. 4 bit pertama diset 1111.
IP PRIVATE DAN IP PUBLICBerdasarkan jenisnya IP address dibedakan menjadi 2 macam yaitu IP Private dan IP Public.IP Private adalah suatu IP address yang digunakan oleh suatu organisasi yang diperuntukkan untuk jaringan lokal. Sehingga organisasi lain dari luar organisasi tersebut tidak dapat melakukan komunikasi dengan jaringan lokal tersebut. Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan intranet.Sedangkan Range IP Private adalah sebagai berikut :Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255IP Public adalah suatu IP address yang digunakan pada jaringan lokal oleh suatu organisasi dan organisasi lain dari luar organisasi tersebut dapat melakukan komunikasi langsung dengan jaringan lokal tersebut. Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan internet.Sedangkan range dari IP Public : range IP address yang tidak termasuk dalam IP Private.SUBNETTINGSubnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil, yang disebut subnet (subnetwork).Subnet Mask merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk :•Membedakan antara network ID dengan host ID.•Menunjukkan letak suatu host, apakah host tersebut berada pada jaringan luar atau jaringan lokal.Tujuan dalam melakukan subnetting ini adalah :•Membagi satu kelas netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.•Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.•Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.•Penggunaan IP Address yang lebih efisien.Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet, yaitu :•Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk.•Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.Kedua-duanya akan dipakai untuk menentukan efisiensi pe¬nomoran IP dalam suatu lingkungan jaringan. Pada subnet mask seluruh bit yang berhubungan dengan host ID diset 0. Sedangkan bit yang berhubungan dengan network ID diset 1.Untuk menentukan suatu host berada pada jaringan luar atau pada jaringan lokal, kita dapat melakukan operasi AND antara subnet mask dengan IP Address asal dan IP Address tujuan, serta membandingkan hasilnya sehingga dapat diketahui ke mana arah tujuan dari paket IP tersebut. Jika kedua hasil operasi tersebut sama, maka host tujuan terletak di jaringan lokal dan paket IP dikirim langsung ke host tujuan. Jika hasilnya berbeda, maka host terletak di luar jaringan lokal, sehingga paket IP dikirim ke default router.SEKILAS TENTANG IPV6 (IP VERSI 6)Perkembangan jaringan dan internet yang berkembang sangat pesat akhir-akhir ini membuat Internet Protocol (IP) yang sering digunakan dalam jaringan dengan TCP/IP menjadi ketinggalan. Khususnya, karena sekarang ini telah terdapat berbagai aplikasi pada internet yang membutuhkan kapasitas IP jaringan yang sangat besar dan dengan jumlah yang sangat banyak. Aplikasi-aplikasi tersebut di antaranya email, multimedia menggunakan internet, remote access, FTP (File Transfer Protocol), dan lain sebagainya. Aplikasi ini membutuhkan supply layanan jaringan yang lebih cepat dan fungsi keamanan menjadi faktor terpenting di dalamnya.Kebutuhan akan fungsi keamanan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh IPV4, karena pada IP ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya mempunyai panjang address sampai dengan 32 bit saja. Dengan demikian, diciptakanlah suatu IP untuk mengatasi keterbatasan resource Internet Protocol yang telah mulai berkurang serta memiliki fungsi keamanan yang handal (relia¬bility). IP tersebut adalah IPV6 (IP Versi 6), atau disebut juga dengan IPNG (IP Next Generation). IPV6 merupakan pengembangan dari IP terdahulu yaitu IPV4. Pada IP ini terdapat 2 pengalamatan dengan panjang address sebesar 128 bit.Penggunaan dan pengaturan IPV4 pada jaringan dewasa ini mulai mengalami berbagai masalah dan kendala. Di mulai dari masalah pengalokasian IP address yang akan habis digunakan karena banyaknya host yang terhubung atau terkoneksi dengan internet, mengingat panjang addressnya yang hanya 32 bit serta tidak mampu mendukung kebutuhan akan komunikasi yang aman.IPv6 mempunyai tingkat keamanan yang lebih tinggi karena berada pada level Network Layer, sehingga dapat mencakup semua level aplikasi. Hal tersebut berbeda dengan IPV4 yang bekerja pada level aplikasi. Oleh sebab itu, IPV6 mendukung penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yang tidak terdapat pada IPV4